Friday, September 19, 2008

Cerita bijak

Tetap bertahan dan bergerak

Alkisah dalam sebuah perjalanan rombongan kafilah di padang pasir, ketika rombongan itu hendak melanjutkan perjalanan setelah beberapa saat beristirahat, tiba-tiba terdengar teriakan dari sebuah lubang, salah seorang kafilah mendekati lubang itu, dan terlihat salah seekor keledai mereka sedang panik karena terporosok kedalam lubang, yang ternyata adalah sebuah sumur tua yang sudah kering.

Kaget, rasa kasihan, kecemasan terlihat diwajah2 mereka, karena sumur itu cukup dalam dan mereka tidak memiliki tali yang cukup untuk menolongnya, kalaupun tali2 di keledai2 mereka disambung tetap mustahil dan tidak akan kuat mengangkat keledai itu.

Setelah bermusyawarah beberapa saat akhirnya diputuskan agar keledai itu dibunuh saja . Karena kalaupun ditinggal begitu saja, dia akan mengalami penderitaan panjang dan akhirnya mati kelaparan juga. "Mempercepat kematiannya adalah lebih baik "begitu kata ketua kafilah. Maka dengan serentak diperintahkanlah para anggotanya agar melemparkan batu2 dan pasir kedalam sumur supaya si keledai segera mati akibat lemparan batu dan terkubur pasir.

Lemparan batu yang pertama membuat si keledai berteriak-teriak kesakitan, demikian pula batu ke-2, 3 dan seterusnya. Kepanikan makin dirasakan ketika pasir2pun mulai dilemparkan keatas tubuhnya. Dalam kepanikan & ketakutannya itu si keledai melompat kesana-sini menghindari lemparan batu & pasir tsb. Air matanya mengalir, tubuhnya kesakitan, kulitnya lecet dan darah mulai menetes dari luka2 yg ditimbulkan, namun sang keledai tidak mau menyerah, ia terus..dan terus saja berusaha melompat kian kemari menghindari lemparan2 batu dan timbunan pasir yang terus menghujam, sakit seolah tidak begitu lagi dirasakannya hingga tak terasa ketika hari mulai petang, sang keledai bukannya mati, tapi malah semakin liar gerakannya dan tanpa disadari, ternyata dasar sumur itu makin lama makin dangkal, hal itu akhirnya disadari oleh para kafilah, mereka baru menyadari bahwa ternyata apa yang mereka lakukan justru bisa menolong si Keledai. Maka akhirnya diputuskan, mereka tetap melakukan proses penimbunan namun sekarang tujuannya justru untuk menolong si keledai, dasar sumurpun lambat laun terasa semakin dangkal-semakin dangkal..dan Haaap...si keledai akhirnya bisa melompat keluar dari sumur, dan para kafilah bersyukur, mereka sangat terharu karena si keledai akhirnya bisa selamat.

Ada makna tersembunyi dari kisah ini, semoga anda yang saat ini sedang mendapat giliran memasuki episode perjalanan yang anda rasakan sempit, sulit dan terjal, bahkan barangkali serasa sedang terperosok kedalam sumur seperti cerita keledai diatas, Jangan pasrahkan diri kita kepada nasib, tapi pasrahkan kepada Tuhan, Tetaplah berusaha & bergerak...

Cacian, makian, kesedihan, hinaan, cemas, galau, gundah dsb adalah batu2 dan pasir yang menimpa anda, saat ini barangkali anda menangis, menjerit, keringat mengucur atau bahkan darah mengalir.. tetaplah bertahan .. karena suatu hari nanti pasti semuanya akan usai...teruslah berjalan meskipun gelap..karena setelah muncul fajar, kegelapan anda akan sirna..

Artikel ini ditulis oleh Hadi Kuntoro dikirim oleh seorang teman, cukup menginspirasi saya semoga begitu pula dengan teman-teman semua

Artikel Terkait

Cerita bijak
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Dapatkan desain eksklusif gretis via email