Selamat Datang di Dokumen Pintar . semoga dari beberapa tulisan yang ada di blog ini bisa berguna dan bermaaf bagi teman-teman semua,

Trimkasih telah telah mengunjungi dukumen pintar ,apabila ada kritik dan saran kirim ke email pamangsahanang@yahoo.com Trimakasih

Laman

SEX BEBAS

SEX BEBAS

  1. PENDAHULUAN

Manusia adalah salah satu makhluk yang dalam meneruskan hidup jenisnya memelukan pasangan untuk dapat melakukan regenerasi. Dalam proses regenerasi ini sangat dipengaruhi oleh perilaku keduanya. Sebagai manusia yang mempunyai berbagai kelebihan dibanding makhluk lain, yaitu karunia akal dan hati. Maka manusia dalam proses regenerasi tidaklah sama seperti hewan. Tetapi manusia mempunyai berbagai aturan kehidupan yang telah diajarkan oleh pembawa pesan dari sang Pencipta, atau berbagai norma sebagai kesepakatan bersama dengan manusia lain. Aturan atau norma ini dibuat dengan pemikiran dan penggunaan hati untuk menilainya sebagai pedoman hidup untuk menjadi manusia yang baik.

Hubungan yang terjalin antara jenis satu dengan lainnya ini adalah kekuatan utama agar generasi manusia tidak punah. Proses ini dalam kehidupan dewasa ini sudah mulai tercampuri berbagai kebudayaan lain yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat manusia di belahan bumi timur, Negara kita termasuk di dalamnya.

Budaya kita yang “ewuh pekewuh”(punya rasa malu) mulai tergusur budaya “my bussines is mine”(ini urusanku) sehingga rasa malu dan berbagai norma lain di abaikan karena anggapan bahwa urusannya adalah urusannya sendiri bukan orang lain. Dalam pergaulan remaja pun demikian, karena remaja merupakan bagian terbesar yang terkena imbas dari budaya ini. Dalam hal jalinan hubungan dengan lawan jenis pun demikian sehingga pergaulan bebas tanpa adanya norma dan aturan.

Dalam uraian makalah ini akan menyinggung sedikit masalah pergaulan bebas antar remaja yang menjurus pada penyalahgunaan hasrat untuk regenerasi menjadi hasrat untuk pelampiasan nafsu diri semata.

  1. PEMBAHASAN

ONTOLOGI:

Dewasa ini pergaulan remaja, baik remaja sekolah maupun remaja kuliah, telah mengalami suatu tahapan yang berbeda dengan adat budaya dan agama yang menjadi sandaran norma dan aturan dalam hubungan interaksi antar manusia. Dalam pergaulan yang semakin bebas ini memunculkan berbagai bentuk kebiasaan lain. Dari pola pikir yang materialistic dan mencari kenikmatan instant walau sesaat telah menjadi sisi kehidupan tersendiri.

Dari kebebasan pergaulan meskipun ada segi positifnya yaitu kebebasan berfikir dan berkreasi dengan kerja sama antar lawan jenis sehingga menghasilkan kreasi solid karena kedekatannya, mempunyai sisi lain dengan lahirnya berbagai gejala sosial diantarannya terjadi sex pra-nikah. Sex bebas yang merebak di kalangan remaja adalah fenomena dimana aturan dan norma kehidupan yang telah di ajarkan agama dan aturan yang menjadi kesepakatan bersama antar manusia telah terabaikan, tergusur oleh pemikiran yang serba untuk kesenangan.

Perilaku sex bebas ini selain telah mengabaikan norma, juga telah mendorong terjadinya pegeseran fungsi utama sex bagi manusia. Dari tujuan utama sebagai sarana regenerasi telah beralih menjadi sarana pemuasan nafsu semata. Naluri sex merupakan sumber tenaga manusia untuk terus melestaikan spesiesnya dimana dalam pertumbuhannya remaja hingga dewasa dorongan sex ini makin kuat. Jika tanpa ada pengatur atau pengontrol oleh norma agama, sosial masyarakat dan pendidikan sex akan terjadi dominasi nafsu dalam diri.

Pergaulan bebas antar lawan jenis mendorong terjadinya hamil pra-nikah, lebih parah jika setelah hamil laki-laki ini tidak bertanggung jawab dengan meninggalkannya, gadis yang sudah tidak ‘gadis’ lagi ini untuk menghindari rasa malu terhadap orang tua, teman dan masyarakat, atau karena suruhan dari teman laki-lakinya yang tidak mau menikahinya cenderung mengambil jalan pintas dengan menggugurkan kandungannya. Inilah fenomena social remaja yang makin marak dalam kehidupan manusia dimana praktek aborsi sebagai mediator alternative bagi para pezina dalam mencari jalan pintas menjadi solusi terakhir.

EPISTEMOLOGI:

Kurangnya pemahaman individu akan ajaran agamanya secara benar dan mendalam, terlupakannya intisari adat budaya luhur bangsa sebagai katalisator dalam pergaulan akibat pengaruh globalisasi merupakan indikasi terjadinya banyak permasalahan pada generasi muda. Sex pra-nikah telah menjadi mode pergaulan negatif yang harus ditanggapi serius semua pihak dengan pengupayaan perhatian yang lebih. Karena dari hal ini memicu timbulnya hamil sebelum nikah akibat sex bebas dalam pergaulan yang mana minimnya pendidikan pemahaman agama, kurangnya perhatian orangtua, cueknya masyarakat akan situasi linkungan dan taraf pendidikan sex bagi remaja yang belum tertata secara benar yang kebanyakkan diperoleh dari teman sebaya lewat obrolan-obrolan cabul dan jorok atau lewat media-media massa yang menimbulkan anggapan yang salah atau emosi negative.

Masa remaja dalam perkembangannya hingga timbul rasa tertarik pada lawan jenis merupakan awal masa bercinta. Pertumbuhan biologis serta perkembangan psikologis dan pergaulan makin menumbuhkembangkan nafsu seksual awal, meningkat pada taraf rasa senang dan tertarik terhadap lawan jenis, secara perlahan menuju taraf kematangan, ditingkatkan dengan pendekatan. Dalam tahap pacaran ini peran norma agama dan adat budaya sebagai pengontrol serta pemberi batasan antar lawan jenis sangat berpengaruh agar tidak terjadi pergaulan bebas yang menjurus pada sex bebas, akibat dari naluri sex menggebu yang tak mudah dikendalikan dan agar proses pacaran berjalan lancar dengan penyesuaian dan perkenalan karakter masing-masing sehingga mencapai kesuksesan menuju jenjang pernikahan yang mana kedua pasangan telah siap dengan tidak didahului adanya kehamilan terlebih dahulu.

Makin maraknya hamil pra-nikah ini tak luput dari kurangnya peran sektor pendidik dalam memberikan pengajaran, pengertian dan pemahaman akan pendidikan sex yang sehat untuk menghasilkan manusia-manusia yang dewasa, betul-betul matang, dapat menggunakan seksualitasnya dengan bertanggung jawab demi kebahagiaan dirinya sendiri dan lingkungan atau masyarakat, yang mana peran pendidikan ini sangat perlu.

Efek lain dari maraknya sex bebas adalah makin merebaknya penyakit kelamin, dari yang ringan hingga HIV-AIDS banyak menjangkiti kehidupan generasi muda sekarang

Perlunya pendidikan sex bagi remaja agar remaja tidak terjebak pergaulan bebas yang mendorong pada sex bebas, terutama pendidikan sex yang efektif dari orang tua dalam keluarga. Sedang sekolah menekankan ajaran kejujuran, tanggung jawab, pengendalian diri dan kewaspadaan.

AKSIOLOGI:

Pengendalian hawa nafsu sebagai jihad terbesar sepanjang hidup dengan kepatuhan dan keimanan pada ajaran agama. Dengan hal ini dapat mencegah hubungan terlalu jauh sebelum nikah. Bagi yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsu seyogyanya melaksanakan pernikahan dengan dasar kesiapan dari kedua pasangan secara kepribadian, kematangan mental, emosional, sosial dan fisik serta sikap mengedepankan rasa tanggung jawab. Dan tak lupa syarat pernikahan ini haruslah berdasar perasaan saling cinta-mencintai dan harga-menghargai.

Kiat bagi remaja dalam berpacaran yang mana pacaran merupakan budaya asing hendaknya diisi dengan jalinan hubungan dengan pasangan dengan dasar cinta, cinta yang tak harus belepotan syahwat dan birahi. Bahkan ketika cinta itu tumbuh semakin dewasa, syahwat dan birahi tidak lagi menjadi tujuan yang memiliki arti. Dalam bentuknya yang dewasa itu, cinta lebih kentara dengan wujud kepasrahan, keikhlasan, dan peneguhan eksistensi.

“Aku mencintaimu bukan karena ingin mendekap dan memilikimu, tapi aku mencintaimu karena aku mencintaiNya”.

Inilah motivasi untuk merubah pola pikir generasi muda yang hanya memburu nafsu kesenangan sesaat, menjadi sebuah ide hidup yang hangat menemani hari dalam naungan cinta suci menuju Kebenaran sejati. Inilah tonggak manusia menjadi umat yang paling tinggi derajatnya di banding makhluk lain.

  1. PENUTUP

Pendewasaan pemikiran remaja dengan beranjak dalam memahami cinta dari sekadar remah-remah kehidupan kepada cinta sebagai hamparan sawah ladang, yang tak pernah menuntut hadir dimeja makan, namun karenanya kita semua bisa dengan lahap bersantap malam. Cinta suci inilah dasar pergaulan lawan jenis yang sesuai dengan fitrah manusia agar tidak menimbulkan gejala sosial yang negatif. Perkembangan regenerasi yang dapat memperoleh hasil yang lebih baik. Bukan karena factor kecelakaan atau regenerasi yang tidak di inginkan, tetapi merupakan tujuan suci untuk menjaga eksistensi kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Demikianlah uraian makalah yang dapat pemakalah sampaikan. Semoga dapat menjadikan manfaat dan tambahan pengetahuan.

4 komentar:

  1. Amarilldo mengatakan...
     

    Jelas perilaku Sex Bebas sudah seperti penyakit dalam masyarakat, pihak pendidik seperti keluarga, guru, tokoh masyarakat diharapkan mampu memberikan contoh yang baik serta pendidikan sex sejak sedini mungkin sehingga setiap anak yang tumbuh memiliki pengetahuan, bekal dan kekuatan untuk terus menjalani kehidupannya dengan "berjihad" melawan segala godaan yang bersifat mencelakakan diri dan menjerumuskan diri pada hal yang buruk.

    NB: ini menarik!, banyak tulisan tentang psikologi disini, saya harap kita bisa saling dukung.

    Salam kenal.
    Salam hangat.
    Salam Blogger.

  2. Anang pamangsah, S.Psi mengatakan...
     

    tu amarilldo
    trimaksih masukannya,,
    salam kenal juga.

  3. Just For Music mengatakan...
     

    blognya lumayan di search engine kenapa gak di pasang kumpulblogger,kan lumayan dapat duit.

  4. mahfud mengatakan...
     

    kontrol dan pendampingan (edukasi)dari orang tua juga menjadi bagian penting agar anak tidak terbawa dan terpengaruh ke dalam pergaulan yang tidak kondusif (pergaulan bebas). di sini idetifikasi sosial tdk berlaku, bhkan ironisnya ada anak seorang ustad yang melakukan hal semacam itu krena orang tuanya sibuk dengan profesi mencari materi, rumah yang tidak berpenghuni (tanpa ayah dan ibu) memberi peluang bagi seorang anak untuk melakukan hub. intim dengan pacarnya....

Poskan Komentar